soulHARMONY

20 Desember 2008

Ikuti Hati atau Harus Durhaka ?

Filed under: Yang Bertentangan — soulharmony @ 4:56 am

‘Aku tidak bisa membantu, karena ini menyangkut orang tuamu. Kembalilah kepada hatimu dan mintalah petunjukNya’.

menikahSuatu malam aku mendapatkan telpon dari seorang sahabat yang umurnya jauh di bawahku, dia mengeluh tentang keadaan hatinya sekarang.  Ia orang yang susah jatuh hati, sementara ia begitu mudah untuk mendapatkan laki2 sebagai pengisi hatinya sementara, tapi kali ini benar2 berbeda. Berkali-kali ia mengatakan kalau ia yakin bahwa laki2 itulah yang kelak menjadi pasangannya. Tapi menurutku langkah yang ia ambil tetap saja salah, karena mereka berdua berbeda keyakinan. kasus macam ini bukan suatu yang umum lagi, karena memang banyak pasangan yang berbeda keyakian hidup satu atap. Dilihat dari umur, temanku ini memang belum tergolong pantas untuk memutuskan hidup berumah tangga, namun kedewasaan berpikirnya saja yang membuat ia berani untuk merencanakan hidupnya ke depan. Ia bilang ‘bila di sini masih tidak menerima perkawinan beda agama, maka kami akan pergi ke Bali’. Aku hanya bisa terdiam, tidak mendebat, juga tidak mendukung, karena aku selalu bingung dan bisu bila ada yang sharing masalah hati. memang beberapa negara sudah wellcome dengan kasus seperti ini, bahkan melegalkan perkawinan beda agama, tapi di negara ini ??????.

Aku pernah menanyakan ini kepada seseorang sekedar mau tahu pendapatnya saja untuk ku pakai bila aku akan di sodori pertanyaan seputar ‘perbedaan’ itu. Seseorang itu bilang ‘Itu hidup dan pilihan mereka, itu adalah demokrasi’. Singkat sekali pernyataannya, sementara aku dipojokkan dengan tuduhan kalau aku orang skeptis yang memandang kasus beda keyakinan itu adalah LARANGAN dan HARAM, tapi masing-masing kita punya opini dan punya pilihan. Kembali ke kasus teman tadi, aku bertanya ‘kenapa kamu harus bingung, kalau itu memang keputusanmu dan kamu yakin ya pilihlah’. Hampir 3 jam lebih ia bercerita dan aku belum bisa memberikan solusi yang menenangkannya. Aku tanyakan lagi berulang-ulang ”Apakah dia (si laki-laki) mau berpindah agama untuk melanjutkan hubungan itu ?.

Temanku menjawab ‘Iya mau bepindah keyakinan, dan itu pun sudah di restui orang tuanya, tapi aku tidak mau ia berpindah keyakinan hanya karena mau menikah kelak’. Terus sekarang masalahnya apa, kamu sudah yakin dengan keputusan itu, dan ia (cowomu) sudah ikhlas pindah keyakinan yang direstui orang tuanya, terus apalagi yang membuatmu bingung ? ‘KEDUA ORANG TUAKU TIDAK AKAN RELA DUNIA AKHIRAT BILA AKU MEMUTUSKAN UNTUK HIDUP BERSAMANYA, MESKIPUN PACARKU MAU BERPINDAH AGAMA’. Aku kembali terdiam, sementara ia mendesak agar aku memberikan solusi yang membuat ia tenang. ‘Mintalah petunjukNya, lebih baik kamu korbankan hati, daripada harus durhaka dengan kedua orang tuamu’, Berdoalah  ‘Ya Allah, bila ia memang pilihanMu, maka mudahkanlah jalan kami. Namun bila ia bukan untukku, maka pisahkanlah kami dengan cara apapun’.

Iklan

6 Komentar »

  1. Pilih cara aman aja deh mendingan, cinta bisa menipu

    Komentar oleh Hai Syifa ! — 20 Desember 2008 @ 5:02 am

  2. cara yang aman gimana

    Komentar oleh soulharmony — 20 Desember 2008 @ 6:11 am

  3. jangan durhaka daahhh…

    cinta mah kepake palingan cuman seminggu – 2mingguan.

    kenikmatan sesaat ituh…
    wkwkwkwkwkwkk

    missi, numpang lewat doang.
    kesian dah guwe.
    malem minggu malah blogwalking…
    bukannya walking walking ajah ama temen temen :((

    http://nyurian.wordpress.com
    :mrgreen:

    Komentar oleh nyurian — 20 Desember 2008 @ 4:40 pm

  4. cerita yang menyentuh baanget…
    temen by juga banyak kayak gitu….
    miris juga liatnya…

    emang… mending ngorbanin hati dr pada durhaka….

    Komentar oleh Sii Eby — 20 Desember 2008 @ 7:22 pm

  5. itu udah jalan hidup dia ko’
    TUHAN yang ngatur,

    Komentar oleh dia dan — 22 Desember 2008 @ 6:29 am

  6. Cinta itu Indah

    Komentar oleh Beatifullmind — 27 Desember 2008 @ 2:18 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: