Malam itu saya beberapa kali dihubungi oleh seorang teman, dan terbesit pikiran yang begitu buruk, sebab saya yakin kalau dia sampai menelpon pastilah ada hal-hal yang tidak beres. Dan ternyata benar, tanpa ada salam atau kata2 pembuka sekedar menanyakan kabar, yang saya dengar hanyalah tangisan pilu, tangisan menyesal, tangisan jera entah alasan apa yang membuat dia menangis sehebat itu. Sekitar seperempat jam yang saya dengar cuma tangisan saja, sementara saya punya janji untuk menelpon seseorang pada saat yang sama, dan mengcancel telpon teman ini pun juga tidak mungkin karena dia butuh bantuan saya. ‘Aku menyesal, aku sakit, aku tidak pernah melihat cowoku menangis, dia orang yang tegar. Tapi malam ini dia menangis di depanku’. Kami salah, kami khilaf, kami bingung dan terpaksa mengambil keputusan ini’. Telinga saya semakin tambah panas mendengar keluh kesah yang dilatar belakangi oleh tangisan pilu itu. Saya mencoba menenangkan dia, dan saya berjanji untuk membantu dia asalkan dia mau jujur dan mau percaya dengan saya.
‘Aku malu, aku sudah berdosa………….ini aib, tolong jangan intimidasi aku, tolong bantu aku’…………….aku ABORSI’. Mendengar pengakuan itu tentu saja saya sangat kaget, dan sangat tidak percaya. Dia salah satu teman yang sangat saya jaga, toch akhirnya berbuat senekat ini. Yang bisa saya lakukan hanyalah memberinya ketenangan dan support, karena ini semua sudah terjadi. Saya berusaha mencari informasinya, dan bertanya dengan gaya bahas sehalus mungkin supaya dia tidak tersinggung.
‘Sudah berapa bulan usia kandungan itu de ?’ 1 bulan……dan rasanya sakit sekali.
‘Mank berapa kali ML koq bisa jebol ?’ Sering..!!!!!!!!!!
Hah !!!!, pertama kali kapan, dan kapan terakhir melakukannya ? Awalnya November 08, terakhir Jumat seminggu yang lalu.
Koq aborsi ? kami tidak tau mesti bagaimana, kami belum siap, kami masih ingin kuliah.
Waktu ML, ga mikir resikonya ? Kami pikir semua aman, ternyata ????????? aku kapok, aku nyesal…
Nyesalnya baru sekarang, waktu ML pikirannya kemana ? Enak sih, mau gimana lagi…?????
Ya udah lah, semuanya sudah terjadi, berjanjilah jangan di ulangi lagi
Tangisan penyesalannya masih memenuhi pendengaran saya, dan membuat malam itu terasa semakin mencekam . Aku cuma bisa diam, meredamkan emosiku…..Seorang teman yang begitu ku jaga, akhirnya bisa terjebak juga. Dan aku masih punya utang janji dengan seseorang yang special untuk menelponnya malam itu, dan aku yakin dia akan sangat marah besar karena dengan terpaksa aku harus mengingkari janjiku, semoga dia mengerti dengan kondisi yang sekarang ku hadapi.



astaga
*ngelus dada
Komentar oleh ampun deh — 16 Mei 2009 @ 6:20 pm
astaga juga
*bantuin ngelus dada*
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:00 pm
“Enak sih, mau gimana lagi…?????”
wah polosnnya jawabanya
Komentar oleh Orang Papua — 16 Mei 2009 @ 6:55 pm
saya juga geli dengar pernyataannya
*emosi sambil ngakak*
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:02 pm
nice post chand.
pelajaran buat kita semua.
Komentar oleh anas — 16 Mei 2009 @ 8:36 pm
Belajar kaya gituan maksudnya ?
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:04 pm
Kepuasan sesaat
Komentar oleh rezaldo — 16 Mei 2009 @ 10:49 pm
KENIKMATAN SESAAT
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:05 pm
penyesalan sesaat
Komentar oleh Orang Papua — 17 Mei 2009 @ 2:38 pm
nafsu mengalahkan akal sehat, jadi beruntunglah org2 yg akalnya tdk sehat, karena tdk bisa dikalahkan oleh nafsu.
Komentar oleh Rizal — 16 Mei 2009 @ 11:05 pm
waduh kalo aku sakit napsu ku tetap ada
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:13 pm
sebentar, aku buru² ketawa baca komen ini, nanti balik lagi
Komentar oleh Pakacil — 18 Mei 2009 @ 1:49 pm
duh.. pelajaran nih buat semua.. hati2 klo “bergaul”..
:teng,, maksudnya tanda kutip apa neh: wakakak
Komentar oleh aidicard — 16 Mei 2009 @ 11:22 pm
‘bergaul’
*mikir sambil ngeroko*
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:14 pm
semoga aja tidak ada kejadian seperti itu yg menimpa blogger.
Komentar oleh syamsul — 17 Mei 2009 @ 12:23 am
saya yakin semua blogger kecuali saya bermoral semua
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:16 pm
Semakin banyak anak muda Indonesia yang terjebak pergaulan bebas ~_~
Komentar oleh Satrion — 17 Mei 2009 @ 3:15 am
saya juga bergaul dengan bebas, ga cuma dengan anak pelajar, anak kuliahan ma yang bau tanah juga banyak temen saya. Itu bukti saya bergaul bebas
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:18 pm
Waw..meNGErikan….nafsunya dah memuncak kali ya?
Komentar oleh Erwein — 17 Mei 2009 @ 6:27 am
to the TOP
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:18 pm
penyesalan emang belakangan..
Komentar oleh senyum-ku — 17 Mei 2009 @ 9:04 am
memang belakangan mas, tapi waktu berbuat yang enak. Itu sih katanya
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:21 pm
coba kalau waktu aborsi itu tiba² maut menjemputnya .. mungkin temenmu ga sempat menangis dan nyesel di telp seperti malam itu ya chan?? dan mungkin kamu ga akan mengingkari janji untuk telp ke seseorg .. he he he
Komentar oleh nia — 17 Mei 2009 @ 1:01 pm
alhamdulillah dia selamat, berarti diberi kesempatan berbuat lagi, halah maksud saya kesempatan bertobat lagi. Yang ga ditelpon sudah dijelaskan
Komentar oleh soulharmony — 17 Mei 2009 @ 2:23 pm
Waduh…. smoga aja deh buat pelajaran yang bagus ya…
Komentar oleh Novianto Puji Raharjo — 17 Mei 2009 @ 2:59 pm
haduh kalo jadi pelajaran bagus bahaya om, entar di kurikulum sekolahan dijadikan mata pelajaran wajib, terus mata pelajaran olah raga dhapuskan wkwkwkwkwkwk
Komentar oleh cncbjm — 17 Mei 2009 @ 3:03 pm
Aku menyesal..ternyata perbuatanku itu telah menyakitinya…maafkan aku….
Komentar oleh Yulian — 17 Mei 2009 @ 4:11 pm
awas blunder
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:49 pm
Bersyukurlah orang2 yg masih diberi kesempatan untuk tidak mengulangi hal yg sedari awal sebenarnya diketahui kalo itu salah, tapi tetap dilakuin dg dalih, ‘biz nya enak c..’
..
Bakal lebih enak lg kalo pas udah merit,hehe..
*duwh,anak kecil berceloteh*
Komentar oleh hera — 18 Mei 2009 @ 12:31 am
*mendengar celotehan anak kecil*
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:51 pm
waduhh….:o
kasian dua”nya…satunya punya masalah besar yang perlu bantuan,dan satunya pasti sangat menunggu untuk di telp….
Komentar oleh diadan — 18 Mei 2009 @ 9:01 am
mudahan yang nunggu ditelpon tidak marah lagi, dan mau mengerti
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:53 pm
amin….
semoga ngga ingkar janji
:-p
Komentar oleh diadan — 18 Mei 2009 @ 10:25 pm
oh…pantes ingkar janji gak telpon gw…! Uch…:(
Komentar oleh Chesya Rindu — 18 Mei 2009 @ 10:45 am
Heh ????? sapa yang mau nelpon dirimu
enak aja !!!!!!
*timpuk pake galon*
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:55 pm
Duch…jahat…atit tau!!!
Komentar oleh Chesya Rindu — 19 Mei 2009 @ 11:04 am
Siut siuuu…t
Komentar oleh Amed — 19 Mei 2009 @ 10:46 pm
yg di atas CR 1 tingkat ini, pemerhati CR n ANDA rupanyo…!
Komentar oleh Chesya Rindu — 20 Mei 2009 @ 9:40 am
itu adalah reality kehidupan jaman ini. fiuhhh, semua telah berubah. aku jadi berpikir, apa aku akan sanggup menghadapi nya?
entahlah
Komentar oleh reallylife — 18 Mei 2009 @ 4:32 pm
Bearti sering menghadapi godaan ???
tahan ga ??
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:56 pm
ikutan ngelus dada dech bang
salam hangat selalu
pa cabar?
Komentar oleh bluethunderheart — 18 Mei 2009 @ 6:28 pm
ENAK AJA !!!!! ngapaen ngelus dadaku?
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 8:58 pm
Turut sedih mendengar cerita temannya … Saya tidak mau menghakimi karena itu bukan bagian saya…
Bingung mo komen apa…
prihatin.
anw jadi diomelin gak karena telat nelpon ?
Komentar oleh ekaria27 — 18 Mei 2009 @ 7:24 pm
diomelin sih engga, tapi dicuekin
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 9:00 pm
udah 9 bulan nih kayaknya, he…
Komentar oleh andrie callista — 18 Mei 2009 @ 8:10 pm
PACARMU UDAH 9 BULAN ??? Jangan di aborsi ya dre
Komentar oleh SOULharmony — 18 Mei 2009 @ 9:12 pm
pelajaran buat yang blm/akan melakukan diluar nikah…..
tidak ada salahnya berprinsip berpikirlah sebelum bertindak……
Komentar oleh rolly — 19 Mei 2009 @ 8:52 am
tapi ada juga yang bertindak dulu baru berpikir
*apa ya ?*
Komentar oleh soulharmony — 19 Mei 2009 @ 9:10 pm
ngasih koment apa yaa? #$@%^… hehe bingung..
Komentar oleh fery79 — 19 Mei 2009 @ 10:37 am
(*$@)$(*@$*$&@!
*bingung juga baca commentnya*
Komentar oleh soulharmony — 19 Mei 2009 @ 9:12 pm
yang aku tau sih, sangat banyak remaja skrg yg mengalami hal seperti itu. ada yg akhirnya meninggal, ada yg melahirkan tnp suami, de el el..
aku jg pny tmn smpe bgtu, dan aku bingung ap aku hrus bantu dia mlkukan a****i ato aku suruh n***h saja. karena ke2′na beresiko. kalo temanmu smp bgtu apa yg akn km lakuin??
Komentar oleh Aiyuchi — 19 Mei 2009 @ 4:06 pm
pertanyaan yang sulit dijawab, Apa Yang Akan Ku Lakukan Bila Temenku Begitu ?’
Jawabannya nungguin telpon, buat denger dia curhat dan nangis2
Komentar oleh soulharmony — 19 Mei 2009 @ 9:15 pm
Good.. Postingan ini pasti media trakhir bwt ngejelasin ke dia..hehd
Komentar oleh Viana — 20 Mei 2009 @ 10:50 pm
*nyebut* duh,dengernya aja nyeri..amit-amit..:( oiya..salam kenal
Komentar oleh niken — 24 Mei 2009 @ 9:35 am
ckckckckck..
tanya jawabnya lucu ya hehehe..
Komentar oleh mirma yudha — 27 Mei 2009 @ 11:16 pm
apa yang punya cerita tidak merasa dirugikan ketika anda bercerita disini????
Komentar oleh sun — 14 Juni 2009 @ 1:28 am