Mereka yang kuliahnya melebihi waktu standar bukan berarti mereka itu bodoh, dan saya adalah salah satu mahasiswa yanga mengenyam pendidikan lebih dari 5 tahun tepatnya 12 semester, sementara rekan2 perjuangan seangkatan saya sudah terlebih dahulu meninggalkan kampus.
Awal masuk kuliah, saya sudah berjanji kepdaa donatur (orang tua), kalau mereka hanya membiayai kuliah saya hanya sampai 5 tahun, lebih dari itu saya harus membiayai sendiri, bagaimana pun caranya. Dapat nilai jelek, itu biasa dan jangan dijadikan beban dan patokan. Sekedar berbagi, semester I dan II, saya harus menerima Indeks Prestasi di bawah 1,5 tapi saya cuek, karena saya kuliah bukan untuk mencari nilai tapi mencari teman, pengalaman, dan relasi, bukan mencari ilmu karena sebenarnya saya tidak pernah berniat untuk kuliah. Sebenarnya dalam waktu 4 tahun, saya bisa lulus tapi karena terlalu banyak aktivitas internal dan eksternal mengharuskan saya untuk melaksanakan skripsi. Apalagi sejak awal tahun ke-5, saya sudah bekerja di salah satu perusahaan rokok dan merasa nyaman dengan gaji yang saya terima membuat saya semakin malas untuk kuliah, itulah salahnya saya dulu, tidak bisa membagi waktu antara kuliah, aktivitas dan bekerja.
Di saat kuliah itu pun saya aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal, belum lagi harus mengurus event organizer yang membuat saya sering berada di luar kota. Dalam melakukan atau merencanakan sesuatu, saya tidak pernah memiliki target, kapan harus ini dan itu, karena bagi saya target adalah beban, sementara prinsip hidup saya adalah ‘Ikutilah kata hati, ikutilah kemana pun angin membawamu’. Karena prinsip yang nyleneh itu, dosen pembimbing skripsi saya sampai lupa kalau saya adalah salah satu bimbingan beliau. Saya tidak akan pernah malu ketika harus 1 kelas dengan angktan bawah yang dulunya adalah korban perploncoan saya. Saya tidak malu ketika saya harus mengulang mengambil mata kuliah saya yang nilainya D, E, dan T.
Saya hanya akan menjalani apa yang bisa saya lakukan sekarang, tidak peduli harus kuliah berapa lamanya dan mesti menjadi apa bila gelar sarjana itu sudah saya dapatkan. Tapi saya yakin bahwa dengan pengalaman dan relasi luas yang saya miliki, saya akan berhasil setelah lulus nanti. Sekali lagi saya menggarisbawahi bahwa lamanya kuliah bukan berarti kita bodoh, tingginya Indeks Prestasi Komulatif bukan berarti kita pintar, dan kuliah mendapatkan gelar sarjana tidak menjamin anda untuk bekerja dengan cepat pula.



komen saya : bodoh
Komentar oleh beatifullmind — 13 Maret 2009 @ 8:55 pm
ahhh setuju!!!!
eike juga baru lulus kuliah kemaren kemaren nih…
which is on my 11th semester :p
hmmmm
ga aktif di organisasi juga sih sbetulnya…
tapi biarin… tetep bukan berarti bodoh!!! malas sih mungkin
Komentar oleh natazya — 13 Maret 2009 @ 9:56 pm
hehehehehehe,,,, sm dunk ma si om ankga,,hohohoho
Komentar oleh vianadbs — 13 Maret 2009 @ 10:20 pm
saya sependapat bahwa pengalaman n relasi itu penting….tapi saya masih belum bisa menerapkannya,saya masih sering bersembunyi di dunia saya sendiri..
Komentar oleh hery — 13 Maret 2009 @ 11:28 pm
lulus kuliah identik dengan bekerja, klo bekerja dapat duit, klo dapat duit pasti punya cewek, klo dapat cewek pasti mau kawin, kalo kawin pengen punya anak. the end
Komentar oleh udin gambut — 14 Maret 2009 @ 10:44 am
wadoeh…………..
sepertinya mslh yg saia…….????????
hehrehehe
Komentar oleh diadan — 14 Maret 2009 @ 11:21 am
Kalau kuliah sambil bekerja maka ada resiko kuliah menjadi nomor dua.. tapi tetap semangat saja karena ujung2nya kuliah juga kan untuk cari materi. Tapi yang utama, jangan pernah tidak diselesaikan karena disana ada harapan dan kebanggan dari orang tua juga lho..!!
Komentar oleh Beautiful Season — 14 Maret 2009 @ 11:57 am
hmmm, pembelaan diri atau ????
kalo di jogja nih, kuliah di pertambangan makan waktu lama adalh hal yang biasa. jadi ada temennya bro. salam kenal.
Komentar oleh deviw — 14 Maret 2009 @ 3:26 pm
#beatifullmind
Halah ga berubah si Fren saya satu ini, masih suka caci maki, piss fren
#natazya
Alasan ‘males’ yang kebanyakan bikin lama kuliah. Males liat muka dosen, males ngerjain tugas, males bayar utang di kantin
#vianadbs
angga ??????? wkwkwkwkwkwk, iya
#hery
Bukan belum bisa boz, tapi anda belum mau aja
#udin gambut
Itukan obsesi anda pengen seperti itu
#diadan
Naaaaa……belajar dari pengalaman pribadi dan rekan2
#Beautiful Season
Setubuh.!!!!!!!!!!! eh Sepakat….
#deviw
Makanya jangan kuliah di Jogja, apalagi di tambang. Ntar lulus jadi pengusaha tambang, terus mengeksploitasi alam
Komentar oleh soulharmony — 14 Maret 2009 @ 4:05 pm
hi… salam kenal…
tapi kalo yang lain ga tau deh
kalau teknik kayaknya normal2 aja tuh 4,5 s/d 5 tahun
Komentar oleh edward — 22 Maret 2009 @ 7:11 pm
yep bener. lagian ga ada juga orang yg bodoh, adanya ga mau pinter
Komentar oleh phiy — 22 Maret 2009 @ 10:18 pm
Setuju, sekolah kan buat nyari ilmu, jadi pengen cepet-cepet kuliah….
Komentar oleh eva d'achiel — 23 Maret 2009 @ 10:14 am
emmm temen saya juga da tuh… now semester 12… tapi ga bodoh kq..
Komentar oleh Didoy — 23 Maret 2009 @ 11:46 am
mencari ilmu tidak ada batasnya…lama ataupun cepat…
Komentar oleh Ayah — 23 Maret 2009 @ 11:59 am
Pembelaan trhdap diri sndri. Atau lbih tpatnya mnghibur diri sndri. Pdhl dlm hti: huh, knpaaaa jdi aq lmbt lulus. Hehe. Juskid.
Komentar oleh Zian X-Fly — 23 Maret 2009 @ 12:56 pm
Csy punya 2 temen, dan 22x mantan Presiden BEM di kampus Csy. Mereka B2 ampe sekarang belum lulus, padahal mereka angkatan 1999 dan 2001.tau kan berapa semester sekarang?Mreka munurut Csy gak bego,bahkan cenderung tapi cerdas.
Dulu waktu masih jadi Aktivis kampus,nilai Csy gak pernah dibawah 3. 3,0 aja gak pernah.Padahal waktu itu Csy mengikuti lebih dari 3 organisasi di kampus dan di luar kampus.Mungkin karena waktu itu yg biaya-i kul adalah ayah kali,ya? Dan sejak ayah meninggal pesona nilai Csy ikut memudar. Hiks..hiks…!!!semoga bisa kembali seperti semula.Semangat!
Komentar oleh chesya — 23 Maret 2009 @ 4:40 pm
lebih bagus lagi keluar sesuai waktu ., kalo S1 4 tahun ya 4 tahun dong, syukur2 ada yg 3,5 tahun….
apapun itu jalannya, sudah resiko, dan siap nanggung sendiri…
make be better
Komentar oleh iyoongpharmacy — 24 Maret 2009 @ 12:06 am
wah tapi aq salut ma ortu kamu yang dah mau ngerti kamu……
iyah aq sependapat dengan kamu…..
Komentar oleh iwan — 24 Maret 2009 @ 12:46 am
postingannya nang ini-ini jua..
Komentar oleh Yulian — 24 Maret 2009 @ 9:51 am
Oooooo…malah Melebihi target nieh.
Komentar oleh parvati — 24 Maret 2009 @ 11:57 am
‘Ikutilah kata hati,” setuju bgt aku, kalu semua dipaksain dan gak seperti kehendak hati toh hasilnya juga gak bakal optimal, percuma kan???
Komentar oleh EDHIE BASKORO YUDHOYONO MUDA CERDAS JUJUR PEDULI RAKYAT — 24 Maret 2009 @ 4:05 pm
Namanya kuliah…aku juga dulu 5 tahun, tapi tanpa ada program semester pendek. Pekerjaan mungkin sudah rezeki diatas kita berusaha saja,,!
Komentar oleh Aap — 25 Maret 2009 @ 9:36 am
pentingkah kuliah tu??
Komentar oleh lembahbaliem — 25 Maret 2009 @ 2:35 pm
huehehehe…
sayah juga sampe perlu enam tahun buat lulus…
yah, everything happens for reasons kan…
semua ada hikmahnya…
Komentar oleh yoan — 25 Maret 2009 @ 4:18 pm
Wah aku tambah 5,5 tahun baru bisa lolos ya… eh lulus…. lama ndak ya itu…. hehehe
Salam kenal, ditunggu di surabaya ya Soulharmony a.k.a Chandra
Komentar oleh Novianto — 25 Maret 2009 @ 11:35 pm
trimakasih sudah mengubah sudut pandang saya yg dangkal ini …
Saya kira yg ga lulus2 itu bodoh..
Ternyata tidak
Komentar oleh ianhobbit — 26 Maret 2009 @ 10:35 am
kikikikikiki..dulu gw kuliah cuma 4 tahun 4 bulan…tapi dengan ipk 2.98..harusnya gw kuliah 5 tahun, sehingga ipk gw bisa diatas 3..(sombong!!!!)
Komentar oleh cutemom cantik — 26 Maret 2009 @ 5:13 pm
bener tuh geLar hanya formalitas yang penting skill, dan yg paling penting pengalaman dan relasi yg luas akan memudahkan dalam mencari lapangan kerja. SEMANGAT !!!!
Komentar oleh Rizal — 26 Maret 2009 @ 11:55 pm
biar lambat asal selamat, daripada macet malah kepepet dan bisa bikin mampet, ya tho
Komentar oleh samsuni — 27 Maret 2009 @ 12:37 am
yaps menurut saya lebih lama belajar lebih baik dari pada profesor yang belajarnya cuma sa iprit… sebab makin lama kita belajar makin banyak pula ilmu pengetahuan baru yang kita dapatkan
Komentar oleh fahrizal — 27 Maret 2009 @ 3:51 pm
Komentar oleh deeedeee — 28 Maret 2009 @ 8:09 pm
Setuju. Koneksi mungkin adalah segalanya.. jadi banyak teman itu penting.. Nilai no 2.
Komentar oleh Roby — 29 Maret 2009 @ 5:33 pm
Mencari jati diri atau mematangkannya melalui perkuliahan adalah sesuatu yang penting walaupun dibayar dengan lama lulus.
Daripada cepat lulus tapi jiwanya kerdil
Salam
Komentar oleh ekaria27 — 9 April 2009 @ 8:59 pm
aku blum lulus2 sdh 10 thn <– pendek
Komentar oleh eoin — 9 Juni 2009 @ 3:12 am
tulisan yang luar biasa…
saya juga insyaAllah akan terus membekali diri dengan skill + soft-skill hingga waktu September 2010 (tepat 5 tahun kuliah)
Komentar oleh ghani arasyid — 1 Juli 2009 @ 1:51 am